Pasal Santet: Sebenarnya Sangat Mudah Dipahami

Seperti biasa, kali ini banjaristi membahas hal-hal yang lagi booming di masyarakat. Mau ngebahas penyerbuan lapas, bukan ilmu kita buat berspekulasi, Adi Bing Slamet vs Eyang Subur itu terlalu dangkal masih fakta-faktanya, so, kita akan ngebahas mengenai pasal santet di RUU KUHP. Di tv, kaskus, sosial media, banyak yang komen karena pasal ini katanya sulit dilakukan, karena yang namanya santet 'kan ilmu gaib, pembukitiannya sulit, mesti ada ahli-ahli per-santet-an yang mesti berkecimpung dalam penanganan kasus santet ini. Tapi benarkah pasal santet itu begitu "ngambang"?, karena menurut kami, pasal santet ini cukup mudah diaplikasikan. Kita akan membahasnya sekarang, so, let's bekicot__________


Setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan harapan, menawarkan, atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penyakit, kematian, penderitaan mental atau fisik seseorang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV.

Bener pasal ini ngambang?
Ini dia kalimat yang membuat heboh ini. Kalo langsung nge-judge tanpa memikirkannya sih, pasal ini jelas ngaco, karena yang namanya santet itu sulit dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Tapi coba deh baca kalimat-kalimat awalnya. "Setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib". Dari sini sudah jelas, kita gak perlu pembuktian santet, tidak perlu ada korban lalu menuduh-nuduh orang melakukan santet. Maksud dari pasal ini adalah orang yang menyatakan. Jadi, kalau ada orang yang menyatakan bisa melakukan ilmu gaib, maka, dia sudah bisa dipidanakan.

So,sebenarnya mudah, sasaran dari pasal ini adalah orang-orang yang mengaku bisa menyakiti orang lain dengan kekuatan gaib, dan mengumumkannya pada khalayak. Coba deh searching "dukun santet", banyak tuh orang-orang yang menawarkan jasa santet untuk menyakiti orang lain. Jadi gak perlu ada kontroversi besar sih sebenarnya.

Lho? Terus gimana nasib dukun yang dipercaya bisa mengobati orang sakit?
Para DDB (dukun-dukun baik) yang biasanya menawarkan pengobatan alternatif kepada masyarakat melalui cara supranatural bisa kena perkara pasal ini? Tentu saja tidak. Kita liat kalimat selanjutnya: "bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penyakit, kematian, penderitaan mental atau fisik". Nah, sudah jelas kan? Pasal ini jelas ditujukan kepada orang yang mempunyai kekuatan gaib dan kekuatannya itu dapat menyakiti orang lain, seperti sakit, cacat, bahkan meninggal dunia.

Terus pembuktiannya?
Kalau memikirkan santetnya sih mungkin cukup sulit, bahkan tidak mungkin di saat sekarang, tapi kalau kita kembali ke pembahasan awal, pasal santet hanya akan dikenakan pada seseorang yang menyatakan dirinya bisa melakukan tindakan berbahaya pada orang lain. Asal kan ada saksi dan bukti yang bisa membuktikan bahwa orang tadi benar-benar menyatakan dirinya, hukum sudah bisa ditegakkan.

Misal seperti ini:
Anggap kita punya pacar, lalu dia selingkuh dengan orang lain. Karena sakit hati, kita mendatangi seorang dukun. Kalau dukun itu mengatakan dia bisa menyakiti orang yang selingkuh dengan pacar kita itu, dukun tersebut sudah kena pasal.

Kalau ada orang yang sudah terlanjur kena santet, gimana pembuktiannya?
Berita buruknya, pasal ini sama sekali tidak mengatur tentang bagaimana pembuktiannya orang yang sudah terkena santet, jadi pasal ini bisa dibilang masih kurang kuat dalam penerapannya. Sekali lagi, pasal ini hanya mengatur mengenai orang-orang bisa melakukan santet. Jadi, pasal ini cuma bisa mencegah terjadinya santet sejak dini, tidak bisa membuktikan siapa yang menyantet siapa. Tapi sebagai langkah awal pemerintah dalam melindungi warganya -karena banyak sekali kasus main hakim sendiri karena tuduh-menuduh santet hingga menyebabkan kematian- langkah ini mesti didukung dan dikawal agar berjalan dengan efektif.

Beberapa kelemahan hukum pasal ini
Pasal ini secara tegas mengatur tentang praktek dukun santet, lha terus yang nyuruh dan membayar dukun santet itu gimana? Gak ada peraturan tertulis, padahal kan dukun santet itu cuma melaksanakan perintah dari orang yang membayarnya

Pasal ini juga sangat mudah digunakan untuk meng-kriminalisasi seseorang. Beberapa orang bisa bersekongkol dan berani bersaksi bahwa seseorang menyatakan dirinya sebagai dukun santet.

Kita sangat senang kalo ada yang bersedia memberikan komentar mengenai ulasan kita kali ini.

Thanks for watching banjaristi, stay tune here, and... protect your self!

About Me

My Photo
My name is renaldy, and I'm not a terrorist, cuma blogger asal Kalimantan Selatan. I have a name as same as Tukul, but everyone who have meet with Me say that I'm 180km/hour more cool than Tukul. Mertua cerdas pilih menantu perawat karena perawat itu LAKI!

Disclaimer

"Blog ini sengaja tidak dipasang script anti-copy agar semua materi yang ada di blog dapat dengan mudah dicopas dan dibagikan ke orang lain melalui media lain. Kami hanya mengharapkan agar materi yang diambil disertakan sumber ke blog ini. Hargai kerja keras, keringat, darah, airmata, sakit pinggang saat menulis artikel, dan tidak sedikit pulsa modem yang telah kami keluarkan. Kami menghargai kebebasan, tapi kebebasan yang bertanggung jawab :)"

Contact Us

e-mail: renald33@gmail.com
phone: +6285391612750

Feedback