![]() |
| Uang redenominasi? sourcepic: forum.kompas.com |
Simpelnya, redenominasi itu penyederhanaan uang dengan mengurangi angka nol, dan rencana pemerintah adalah mengurangi sebanyak 3 digit dibelakang. Misal Rp 1.000 jadi Rp 1. Bukan cuma mata uang, tapi juga harga barang akan dikurangi nilainya, jadi misal motor seken kredit harganya Rp 10.000.000 (10 juta), setelah redenominasi harganya menjadi Rp 10.000 (10ribu). Nilai terkecil nanti rencananya adalah uang 1 sen (0,1 rupiah), hasil penyederhanaan dari 100 rupiah, kalau 50 rupiah masih dipertimbangkan diredenominasi atau tidak, soalnya kan kita juga jarang 'kan pake uang 50rupiah? Beli permen sebiji aja gak bisa.
![]() |
| Pencoretan 3 angka nol. Sourcepic: andy.web.id |
Jadi, redenominasi berbeda jauh dengan sanering. Intinya: redenominasi cuma menyederhakan, harganya tetap sama, 1 rupiah sama dengan seribu sebelum redenominasi, 10 ribu sama dengan 10 juta sebelum redenominasi.
Soal redenominasi sendiri, sebelumnya pada tahun 1950 dan 1959 pemerintah pernah melaksanakan sanering (pemotongan uang) dan tahun 1965 redenominasi, namun gagal, yang membuat rupiah malah nambah angka nol dua biji.
Untuk rencana uang yang baru, tetap sama, cuma seperti kata bapak Rudy Widodo, Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu, beda uang lama dengan uang yang baru cuma nominalnya. Misal Uang Pattimura seribu rupiah itu kalau yang baru nanti ada tulisan "baru" dan nominalnya bertuliskan Rp 1.
Keuntungan
![]() |
| Uang dollar, mata uang pembanding di seluruh dunia |
Nilai sen juga realitanya gak pernah dipakai di kondisi sekarang, paling cuma di rekening bank gara-gara kepotong bunga. Makanya, redenominasi juga kalau tidak salah kata pak SBY atau siapa saya lupa, untuk menyetarakan rupiah dengan mata uang internasional seperti dollar atau euro. 1 USD sekarang 9ribu-an, kalau redenominasi, cuma sekitar 9 rupiah, lumayan kan.
Kerugian
Kalau tidak dipersiapkan dengan baik, redenominasi malah memicu inflasi, harga barang bisa jadi mahal karena kurangnya uang baru di masyarakat, terutama uang sen. Anggapannya begini, misal harga bensin sekarang Rp4.500, kalau redenominasi, harganya jadi Rp 4,5. Nah, gimana kalau uang sen belum menyebar merata ke masyarakat? Pastinya harga akan dibulatkan jadi Rp5 kan? Inilah yang menurut beberapa ekonom, redenominasi masih belum perlu, karena ekonomi Indonesia baik-baik saja. Kalau terjadi inflasi besar-besaran, barulah redenominasi perlu dilakukan. Tapi jika melihat rencana pemerintah melakukan masa transisi dari 2014-2018 (4 tahun) dan baru "meninggalkan" rupiah lama pada tahun 2022 (10 tahun lagi), rasanya waktu tersebut sudah cukup lama untuk mensukseskan redenominasi dan meratakan uang redenominasi ke seluruh masyarakat Indonesia.
Apa lagi ya, yang perlu dibahas, kayaknya cukup segitu dulu. Sekali lagi, saya bukan orang ekonom, cuma menyimpulkan dari banyak sumber. So, mohon koreksi dan kritiknya jika ada kesalahan. Silakan juga komennya soal redenominasi ini.
Thanks for watching banjaristi, stay tune here, and... Aku Cinta Rupiah #Apaansih
Thanks for:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/12/16/18333554/Redenominasi.Sen.Menjadi.Satuan.Rupiah.Terkecil
http://www.bisnis.com/articles/redenominasi-rupiah-pasar-modal-hanya-butuh-penyesuaian-3-6-bulan
http://www.antaranews.com/berita/348625/jangan-khawatir-redenominasi
http://economy.okezone.com/read/2012/12/16/279/732790/redenominasi
http://id.berita.yahoo.com/2014-bi-terbitkan-mata-uang-redenominasi-070811333--finance.html
http://m.inilah.com/read/detail/1938351/redenominasi-demi-gengsi







