![]() |
| madihin yang bersahut-sahutan |
![]() |
| John Tralala, salah satu pemadihinan Kalsel yang Terkenal |
Walaupun penuh humor khas banjar, madihin selalu disisipkan nasehat-nasehat. Contohnya bila ada kawinan, diselipkan nasehat-nasehat perkawinan kepada kedua mempelai. Kalau memperingati hari guru, isinya nasehat-nasehat tentang pendidikan. Kalau hari pahlawan, isinya tentang perjuangan. Tapi tetap, selalu dengan ciri khas humor yang membuat penonton tak akan bosan mendengar madihin.
Contohnya neh: Nasehat perkawinan
Laki bagawi iringi dua rastu / Suami bekerja, iringi doa restu
supaya bagawi kada taganggu / supaya bekerja tidak terganggu
bulik ka rumah kira-kira pukul satu / pulang ke rumah kira-kira jam satu
jaga di pintu wan bari sanyum dahulu / jaga di pintu dan beri senyum dahulu
Kalau yang ini nasehat buat anak sekolah
Amun balajar jangan angin-anginan / kalau belajar jangan angin-anginan
bahanu rancak, bahanu kada mangaruwan / kadang sering, kadang tidak karuan
Buku mambuku pina bahilangan / buku-buku sering kehilangan
bahimad balajar bila handak ulangan / rajin belajar jika mau ulangan
pikiran kalut awak gagaringan / pikiran kalut, badan sakit-sakitan
bulik ka rumah disariki kuitan / pulang ke rumah, di marahi orang tua
Pementasan madihin di acara Milad Kerajaan Banjar yang ke-508
Itulah salah satu gambaran budaya, di mana pendahulu-pendahulu kita sudah mencari cara menyampaikan sebuah pesan dan nasehat, dengan kesan tidak menggurui, sehingga semua merasa nyaman. Jangan biarkan budaya yang penuh dengan nilai luhur mati dan terlupa oleh generasi kini.
Thanks for watching banjaristi, stay tune here, and... Lestarikan budaya kita!






